Sabtu, 24 Maret 2012

Pelatihan Hortikultura UPT G1 DADAHUP KAPUAS

Peningkatan pengetahuan petani di bidang budidaya tanaman Hortikultura (sayuran) masih perlu di tingkatkan. Hal ini untuk menjawab tantangan yang berkaitan kemajuan ilmu pengetahuan tentang budidaya sayuran yang semakin modern dan inovasi di bidang perbenihan . Peningkatan produksi sayuran terutama dalam satuan luas areal budidaya dan keamanan pangan adalah focus utama yang menjadi topic pelatihan ini. Begitu pentingnya komoditas ini sebagai salah satu bahan pangan yang langsung di konsumsi dalam keadaan segar maupun olahan(matang) . Sebagaimana sifat tanaman hortikultura (sayuran) yang memiliki banyak kandungan air, sehingga penanganannya harus bersifat segera dan hygienis. Petani sebagai produsen sayuran mutlak harus tahu dan menjalankan prinsip keamanan pangan dan kontunuitas ketersediaannya di tingkat pasar. Materi pelatihan menekankan agar tercipta luas tanam yang ideal dalam suatu kawasan, dengan menerapkan prinsip agribisnis tidak hanya meningkatkan luas tanamnya tetapi bagaimana sayuran yang ditanam itu akan laku di jual di pasar dengan harga yang layak. Adapun sebagai tenaga pemandu pelatihan ini, di serahkan sepenuhnya kepada TEGUH SETIO UTOMO, SP yang saat ini bertugas di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kapuas, dengan beberapa asisten dari Balai Latihan Transmigrasi UPT P BANJARMASIN antara lain Bapak Memet, Bapak Tuslim, Ibu Erly , Ibu Indiyanti dan bapak Supriyanto.

Sabtu, 03 Maret 2012

NANGKA KAPUAS

Aneka macam tanaman hortukultura banyak di tanam sebagai tanaman produksi di kebun petani dan tanaman pelindung di areal persawahan. Tanaman yang memiliki akar serabut ini sangat cocok ditanam di daerah pasang-surut dan bergambut seperti di desa Terusan makmur Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas. Buah yang memiliki aroma yang harum dan rasa yang manis ini kaya akan vitamin C dan glukosa yang merupakan sumber kalori meningkatkan daya tahan tubuh. Potensi lahan di daerah ini masih sangat terbuka, terutama ditanam di sepanjang jalan usaha tani.

Rabu, 08 Februari 2012

Pinggang kuat karena Mencangkul!

Pengembangan tanaman sayuran sangat berkembang di Kecamatan Bataguh Desa Sei Lunuk , komoditas yang banyak diushakan adalah cabai merah dan Tomat. Permulaan usaha budidaya tanaman ini adalah dengan melaksanakan olah tanah dengan membuat bedengan atau baluran. Hal ini mutlak dikerjakan karena wilayah ini adalah daerah pasang surut dan memiliki ketinggian tanah yang relatif rendah. Biasany ukuran lebar baluran yang dikerjakan petani adalah 170 cm dengan ketinggian 60 cm. Diharapkan dengan pembuatan bedengan ini pertumbuhan tanaman sayuran dapat tumbuh denga subur dan menghasilkan panen yang banyak.

Selasa, 24 Januari 2012

Seram, Peninggalan Kolonial Taman PJKA Bandungan

Udara dingin terasa menusuk kulit, ditambah lagi dengan semilir angin sore hari yang bertiup agak kencang. Terlihat langit berwarna agak gelap, mendung menggelayut di atas kota Ungaran Kabupaten Semarang. Sungguh indah pemandangan pegunungan yang terlihat di sepanjang perjalanan, terlihat disisi kanan G. Ungaran dan sisi kiri G. Merbabu yang menjulang tinggi. Walau badan masih capai, namun suguhan pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk bisa mengobatinya. Terlihat kebun buah milik masyarakat di kanan kiri jalan dan sesekali ada pondok dipinggir jalan yang menjajakan hasil panen buah-buahan , misalnya lengkeng, durian, manggis, jambu, dll. Pada saat itu tanggal 07 januari 2012 memang lagi musim buah (lengkeng ,durian) yang masak, sehingga aroma buah tersebut menusuk hidung di sepanjang jalan maupun di pasar. Selain dinginnya alam pegunungan juga di suguhkan kepada para wisatawan taman PJKA (masuk Rp 5.000,-)/ pengunjung. Didalammya ada ruang konferensi dan beberapa vila kuno yang artistik . Biala ada waktu tak ada salhnya anda mengunjugi taman bermain yang tertata rapi ini.

Ada Pasar Kembang (SarKem) di Bandungan Ungaran

Cuaca cukup cerah, pagi itu tanggal hari Rabu 11 januari 2012, terletak di halaman kantor Camat Bandungan Kabupaten Semarang, terlihat aktivitas masyarakat Bandungan Ungaran. Pedagang dan Penjaja bunga potong adalah ibu-ibu baik yang tua maupun yang muda, silih berganti membawa hasil panen dari kebun bunga untuk di jual disini. Selain bunga warna-warni yang di jual juga ada daun tanaman yang dijajakan sebagai pelengkap dalam merangkai bunga (misalnya tanaman balon, asparagus dll). Harga yang di patok oleh pedagang juga tidak terlalu mahal, dalam satu keranjang bamboo bunga mawar di hargai antara Rp 30 rb -40 rb. Tidak ada salahnya bila Bandungan menjadi surganya para pelancong yang ingin berbelanja bunga potong yang masih segar dan indah warna-warni.

Rabu, 07 Desember 2011

Dari Jakarta meninjau CF SKR Horticulture Sustainable di Transmigrasi Lamunti

Setiap akhir tahun anggaran, semua pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani selalu dilakukan Peninjauan dan evaluasi di tingkat Lapangan. Tidak terkecuali oleh utusan dari Kementerian Pertanian RI Jakarta. Rombongan yang datang dari jakarta ini, terdiri dari tiga bagian, yakni Bidang Kerja sama Luar Negeri, Sekretariat Jenderal Hortikultura dan Direktorat budidaya dan Pasca Panen Tan sayuran dan Tan obat.Kegiatan monev ini dilaksanakan pada tanggal 3 desember 2011 di kelompok Tani Mandiri Desa Manggala Permai Kecamatan Kapuas Murung kab Kapuas. Kedatangan tamu dari Jakarta , disambut dengan ramah oleh petugas prtanian provinsi Kalteng dan kab Kapuas. walaupun sempat di guyur hujan gerimis,terlihat saat kunjungan ke areal pertanaman sayur dan kandang ternak Tim Monev sangat serius dalam mengamati hasil bantuan .Petugas Monev terkadang terlihat berbincang dengan anggota kelompok tani setempat, menanyakan sesuatu tentang bantuan yang di berikan kepada mereka. Setelah lelah berkeliling sawah, tim monev melaksanakan pertemuan dengan anggota kelompok tani di rumah ketua Andreas Sumarno. Ibu tuan rumah menyajikan suguhan hasil panen sawah dan kebun berupa jagung, durian, manggis dan rambutan, tuan rumah sangat bangga menerima kedatangan tim monev tersebut. Kebersamaan dan kerjasama yang intensif, baik antar petani maupun petugas, sangat diperlukan dalam rangka mendukung keberhasilan Program CF SKR Sustainable Horticulture
> ini.

Jumat, 25 November 2011

Penyakit Fusarium pada Pisang Kepok hancurkan kebun pisang di Kapuas Kalimantan Tengah

Beginilah nasib tanaman pisang yang menderita penyakit Fusarium. Selain mati, tanaman pisang ini akan menjadi inang bagi penyakit Fusarium. Jangan sekali2 untuk memindahkan batang tanaman pisang yang telah terserang ke lokasi lain, akan berakibat penularan bagi tanaman lainnya.Kematian dan kepunahan adalah akibat dari dampak penyakit ini,pisang Kepok/Pulau laut(org banjar merupakan jenis ysng sangat rentan terhadap penyakit ini.