Senin, 07 Maret 2011

Sela Padi Tanami Kubis


Komoditas sayuran yang satu ini, identik dengan sayuran yang biasa dibudidayakan oleh petani di dataran tinggi. Sebagai salah satu sayuran daun yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat, permintaan akan jenis sayuran ini cukup tinggi di pasar kabupaten Kapuas.
Melalui pendampingan yang intensif dari petugas di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura kabupaten Kapuas, kawasan dataran rendah yang memiliki type luapan A di lahan gambut, komoditas sayuran ini dapat tumbuh optimal. Adapun kelompok tani yang membudidayakan tanaman kubis ini bernama Harapan maju berada di desa Palingkau Asri Kecamatan Kapuas Murung. Berbagai kendala dan gangguan banyak ditemui dalam usaha tani ini, terutama berkaitan dengan keadaan alam dan tingkat kesuburan tanah. Berbekal pengalaman dari daerah asalnya Temanggung, bapak Purwanto mampu membudidayakan tanaman ini hingga panen.

Senin, 28 Februari 2011

Pengembangan Sayuran di Desa SAKA LAGUN



Pengembangan produksi tanaman sayuran dataran rendah telah di budidayakan sejak lama di desa Saka Lagun Kecamatan Pulau Petak Kabupate Kapuas. Hal ini terlihat dari areal pengembangan sayuran yang ada di tingkat lapangan. Dalam satu hamparan pematang yang di kelola oleh petani secara swadaya terlihat hamparan sayuran seluas 10 ha. Sealin sayuran yang ditanam oleh petani setempat , juga di kembangkan komoditas tanaman perkebunan seperti karet. Potensi pengembangan tanaman keras dan sayuran di lokasi ini, masih cukup luas dan menjanjikan. Hal ini di dukung oleh ketinggian areal pertanaman,air yang tersedia, tingkat kesuburan tanah, pH tanah yang tidak terlalu asam dan sarana pendukung lainnya.
Oleh karena itu , sebagai salah satu sentyra pengembangan sayuran di Kabupaten Kapuas, lokasi ini sempat diusulkan untuk menerima program CF-SKR kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Negara Sakura - Jepang. Peninjauan ke lapangan telah di lakukan oleh Tim Verifikasi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia( IR TANTAWI DAN IR HIDAYAT), pada Direktorat Jendral Tanaman Sayuran dan Biofarmaka pada bulan 23 Januari 2011. Kedatangan tamu dari jakarta ke lokasi persawahan ini, di sambut gembira oleh segenap lapisan masyarakat dan petugas pertanian setempat.

Minggu, 20 Februari 2011

Gambut memang cocok untuk sayuran


Berbagai sayuran bisa di budidayakan di lahan pasang surut di Kabupaten Kapuas. Kesesuaian tanaman ini di dukung oleh varietas bibit yang tanam dan tingkat kesuburan tanahnya. Faktor lain yang mendukung keberhasilan ini adalah kemampuan dan peralatan yang di miliki oleh petani setempat. Salah satu sayur yang digemari oleh konsumen di Kabupaten kapuas adalah Tomat (Permata-panah Merah).

Tim Verifikasi DitJen Sayuran dan Biofarmaka


Kunjungan ke desa Saka Lagun Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas oleh Tim Verifikasi Kementan RI. di laksanakan oleh Bapak Ir.Hidayat, Ir. Tantawi. Lokasi yang di kunjungi cukup jauh dan melelahkan, karena harus menyeberang sungai dan naik sepeda motor. Walau perjalanan itu sangat jauh, mereka kelihatan enjoy aja.

Verifikasi CF-SKR Hortikultura


Kegiatan kunjungan tim verifikasi dar Kementan RI Jakarta.

Senin, 20 September 2010

Analisa Usaha Tani Cabai Rawit

ANALISA USAHA TANI
KOMODITAS : Cabai Rawit (1 ha)
No Komponen Pengeluaran Volume Satuan Harga (Rp) Jumlah (Rp)
I. Pengeluaran
A. Biaya Tetap
1. Sewa Lahan 1 Ha 612,500 612,500
2. Peralatan
a. Cangkul 7 unit 55,000 385,000
b. Parang 7 unit 40,000 280,000
c. Gembor 7 unit 35,000 245,000
d.Sak/karung 50 unit 2,500 125,000
e.Sprayer 2 unit 230,000 460,000
B. Biaya Operasional
1. Pengolahan Tanah
a. Pembuatan Surjan 143 HOK 35,000 5,005,000
b. Pengolahan bedengan 35 HOK 35,000 1,225,000
2. Penanaman dan Penyulaman 8 HOK 35,000 280,000
3. Pemeliharaan
a. Pemupukan 15 HOK 30,000 450,000
b. Penyiraman 98 HOK 30,000 2,940,000
c. Pemasangan Ajir 15 HOK 35,000 525,000
d. Perbaikan Saluran 6 HOK 35,000 210,000
e. Pemberantasan Hama Penyakit 25 HOK 35,000 875,000
f. Panen dan Angkut 120 HOK 35,000 4,200,000
4. Bahan-Bahan
a. Bibit Cabai rawit@ 10 gr 10 bungkus 15,000 150,000
b. Pupuk Organik 1,000 kg 750 750,000
c. Pupuk Urea 100 kg 1,700 170,000
d. Pupuk SP-36 100 kg 2,100 210,000
e. Pupuk NPK 200 kg 2,400 480,000
f. Pestisida 10 liter 65,000 650,000
g. Kapur Pertanian/Dolomit 250 kg 700 175,000
5. Kayu/Bambu ajir 20,000 Batang 150 3,000,000
Total Biaya Produksi 1 ha 23,402,500
II. Pendapatan
1. Total Produksi 2,000 kg 37,500 75,000,000
2. Harga per kg di Tingkat Petani 37,000 kg 1 37,000
3. Nilai Total Produksi Pendapatan 2,000 kg 37,500 75,000,000
III. Analisa Usaha Tani
Total Biaya Produksi 1 ha 23,402,500
Total Hasil / Pendapatan 1 ha 51,597,500
Keuntungan 1 bulan 8,599,583
IV. R/C 2,2

Minggu, 22 Agustus 2010

Sukun


SUKUN

Tanaman sukun memiliki batang berkayu lunak yang tingginya mencapai 20 m. hamper semua bagian tanaman bergetah . Ukuran daun lebar sekali, bercanggap menjari, dan berbulu kasar. Batangnya besar, agak lunak, dan bergetah banyak. Bunga Bunga sukun berkelamin tunggal ,tetapi berumah satu. Bunganya keluar dari ketiak daun pada ujung cabang dan ranting. Bunga jantan berbentuk tongkat panjang Bunga betina berbentuk bulat bertangkai pendek (babal) seperti pada nangka. Bunga betina merupakan bunga majemuk sinkarpik seperti pada nangka. Kulit buah menonjol rata sehingga tampak tidak jelas yang merupakan bekas putik dari bunga sinkarpik. Penyerbukan bunga dibantu oleh angin, sedangkan serangga yang sering berkunjung kurang berperan dalam penyerbukan bunga. Pada buah sukun, walaupun terjadi penyerbukan, pembuahannya mengalami kegagalan sehingga buah yang terbentuk tidak berbiji. Akar Tanaman sukun mempunyai akar tunggang yang dalam dan akar samping dangkal. Akar samping dapat tumbuh tunas yang sering digunakan untuk bibit.


Tanaman sukun baik dikembangkan di dataran rendah hingga ketinggian 1200 m dpl yang bertipe iklim basah. Curah hujan antara 2.000-3.000 mm per tahun. Tanah aluvial yang mengandung banyak bahan organik disenangi oleh tanaman sukun. Derajat keasaman tanah seldtar 6-7. Tanaman sukun relatif toleran terhadap pH rendah, relatif tahan kekeringan, dan tahan naungan. Di tempat yang mengandung batu karang dan kadar garam agak tinggi serta sering tergenang air, tanaman sukun masih mampu tumbuh dan berbuah.

Umur produksinya adalah sekitar 4 tahun, tergantung dari lingkungan dan tingkat kesuburan tanah. Sukun merupakan tanaman yang berbuah sepanjang tahun , namun musim panen terbesar biasanya pada bulan Januari-Maret . Buah sukun yang telah tua dapat direbus, digoreng, dibuat tepung dan keripik, serta dapat dibuat tape melalui fermentasi. Kayu tanaman sukun tidak dapat digunakan untuk bahan bangunan, tetapi tidak baik untuk kayu bakar. Bunga jantan tanaman sukun yang telah kering dapat dimanfaatkan sebagai obat nyamuk. Rebusan daun sukun atau daun keluwih dapat digunakan untuk obat penyakit kuning (hepatitis).

Tanaman sukun diperbanyak dengan setek akar atau cangkok. Walaupun tanaman dapat diperbanyak dengan okulasi atau sambung pucuk, tetapi cara ini tidak dianjurkan karena persentase keberhasilannya rendah dan relatif lama. Akar samping pohon sukun ditarik ke atas, lalu dipotong sepanjang 20-30 cm, kemudian disemaikan untuk bibit. Pada akar yang tampak di permukaan tanah sering tumbuh tunas. Tunas ini dapat dipotong beserta akar induknya untuk dijadikan bibit. Budi daya tanaman Bibit sukun yang .telah mencapai tinggi kurang lebih 70 cm dapat ditanam di kebun. Ukuran lubang tanam 40 cm x 40 cm x 30 cm. Setiap lubang diberi 10 kg pupuk kandang yang telah matang. Sebaiknya bibit muda dilindungi dulu dengan daun kelapa atau daun lainnya untuk mencegah sengatan sinar matahari dan diberi air yang cukup bila musim kemarau.

Pupuk buatan berupa NPK (16:16:16) diberikan tiga bulan sekali sebanyak 30-1000 g per pohon per tahun sesuai dengan umur tanaman dan di benamkan di sekeliling tanaman.. Setelah tanaman berbuah, pemupukan cukup diberikan 1-2 kali pertahun sebelum berbunga dan sesudah panen .

Penyakit yang sering menyerang tanaman sukun adalah mati pucuk (Fusarium sp.), busuk buah lunak (Phytophthora palmivora), dan busuk tangkai buah (Rhizopus sp.). Namun, penyakit ini belum merupakan ancaman serius. Hama utama yang menyerang tanaman sukun adalah penggerek batang (Xyleberus sp.) dan lalat buah (Dacus dorsalis sp.). Lubang gerekan pada batang disumbat rapat dengan aspal atau batangnya disiram dengan larutan insektisida sistemik dapat mengatasi serangan. Hama penggerek ini dapat mematikan pohon. Oleh karena itu, bila ada serangan harus cepat diberantas..